h1

Persiapan menghadapi gempa bumi

October 3, 2009

Persiapan menghadapi gempa bumi
Tak Berkategori
October 1st, 2009
Persiapan untuk keadaan darurat
Menentukan tempat-tempat berlindung yang aman jika terjadi gempa bumi. Tempat berlindung yang aman adalah tempat yang yang dapat melindungi anda dari benda-benda yang jatuh atau mebel yang ambruk, misalnya di bawah meja.
Menyediakan air minum untuk keperluan darurat. Bekas botol air mineral dapat digunakan untuk menyimpan air minum. Kebutuhan air minum biasanya 2 sampai 3 liter sehari untuk satu orang.
Menyiapkan tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian. Barang-barang yang sangat diperlukan dalam keadaan darurat misalnya:
Lampu senter berikut baterai cadangannya
Air minum
Kotak P3K berisi obat menghilangkan rasa sakit, plester, pembalut dan sebagainya
Makanan yang tahan lama seperti biskuit
Sejumlah uang tunai
Buku tabungan
Korek api
Lilin
Helm
Pakaian dalam
Barang-barang berharga yang harus dibawa di saat keadaan darurat
Mengencangkan mebel yang mudah rubuh (seperti lemari pakaian) dengan langit-langit atau dinding dengan menggunakan logam berbentuk siku atau sekrup agar tidak mudah rubuh di saat terjadi gempa bumi
Mencegah kaca jendela atau kaca lemari pakaian agar tidak pecah berantakan di saat gempa bumi dengan memilih kaca yang kalau pecah tidak berserakan dan melukai orang (Safety Glass) atau dengan menempelkan kaca film
Mencari tahu lokasi tempat evakuasi dan rumah sakit yang terdekat. Jika pemerintah setempat tidak mempunyai tempat evakuasi, pastikan anda tidak pergi ke tempat yang lebih rendah atau tempat yang dekat dengan pinggir laut/sungai untuk menghindari tsunami
Ketika Terjadi Gempa Bumi
Matikan api kompor jika anda sedang memasak. Matikan juga alat-alat elektronik yang dapat menyebabkan timbulnya api. Jika terjadi kebakaran didapur, segera padamkan api dengan menggunakan alat pemadam api. Jika tidak mempunyai pemadam api gunakan pasir atau karung basah
Membuka pintu dan mencari jalan keluar dari rumah atau gedung
Cari informasi mengenai gempa bumi yang terjadi lewat televisi atau radio
Utamakan keselamatan terlebih dahulu, jika terjadi kerusakan pada tempat Anda berada, segeralah mengungsi ke tempat pengungsian terdekat
Tetap tenang dan tidak terburu-buru keluar dari rumah atau gedung. Tunggu sampai gempa mereda, dan sesudah agak tenang, ambil tas ransel berisi barang-barang keperluan darurat dan keluar dari rumah/gedung menuju ke lapangan sambil melindungi kepala dengan helm atau barang-barang yang dapat digunakan untuk melindungi kepala dari benturan reruntuhan.
Jika anda harus berjalan di tengah jalan raya, berhati-hatilah terhadap papan reklame yang jatuh, tiang listrik yang tiba-tiba rubuh, kabel listrik, pecahan kaca, dan benda-benda yang berjatuhan dari atas gedung
Pastikan tidak ada anggota keluarga yang tertinggal pada saat pergi ke tempat evakuasi. Jika bisa ajaklah tetangga dekat Anda untuk pergi bersama-sama
Jika gempa bumi terjadi pada saat Anda sedang menyetir kendaraan, jangan sekali-kali mengerem dengan mendadak atau menggunakan rem darurat. Kurangilah kecepatan secara bertahap dan hentikan kendaraan anda di bahu jalan. Jangan berhenti di dekat pompa bensin, di bawah kabel bertegangan tinggi, atau di bawah jembatan penyeberangan.

sumber: wikipedia

h1

Flu Babi, Ketahui dan Cegah

July 16, 2009

Flu Babi, Ketahui dan Cegah

Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan serangan Flu Babi (swine flu). Serangan flu babi ini telah banyak memakan korban jiwa khususnya di Meksiko. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kami membahas mengenai virus flu babi ini sebagai bahan informasi kepada khalayak umum mengenai apa itu flu babi dan

bagaimana pencegahanya, agar kita semua dapat mengantisipasi virus yang telah banyak memakan korban jiwa ini. Ini adalah wabah akibat virus flu baru yang bernama A-H1N1 yang juga dikenal luas sebagai swine flu. Dari korban total 653 (2/5/09) orang yang terserang flu babi tersebut, tersebar antara lain Meksiko 397 orang (jumlah kasus tersangka terkena virus flu babi di Meksiko mencapai 2.498 orang), Amerika Serikat 161 orang, Kanada 51 orang, serta Spanyol dan Inggris masing-masing 15 orang. Selebihnya korban yang terjangkit flu babi tersebut ditemukan di Jerman, Selandia Baru, Israel, Perancis, Italia, Swiss, Austria, Denmark, dan Belanda. Di Asia, sudah ada masing-masing satu orang yang terserang flu babi tersebut di Hongkong dan Korea Selatan. (Kompas, 3/5/09).
Apa itu Flu Babi?

Flu babi disebabkan oleh virus influenza A, strain H1N1. Tetapi strainnya diduga strain baru campuran flu babi, avian influenza (AI) dan human influenza. Virus flu babi ini menjadikan sistem pernapasan sebagai agen dalam menyerang kekebalan tubuh manusia. Jika kekebalan tubuh lemah, maka flu babi ini akan mudah menyerang. Beberapa virus influenza bisa bercampur karena babi memiliki reseptor yang khusus, hampir sama dengan manusia dan golongan unggas. Jadi, adanya dugaan genetik ketiga virus tersebut bergabung membuat strain yang baru di babi. Selain itu yang membedakannya adalah virus flu babi ini dapat bermutasi. Perubahan antigen strukturnya menjadi virus H1N1 yang tidak dikenal badan. akibatnya, orang yang terinfeksi virus tersebut akan mengalami sakit yang berat. Gejala utamanya adalah demam tinggi yang mendadak, di atas 38 derajat celcius. Demam ini disertai berbagai kombinasi gejala lainnya seperti sakit kepala, nyeri otot, lemas, nafsu makan hilang, lelah, batuk, sakit tenggorokan, pegal-pegal, muntah, diare serta disertai pilek.
Cara Pencegahan

Cara pencegahan terhadap serang virus flu babi tersebut yang paling utama adalah dengan memperkuat daya tahan tubuh. Menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Biasakan diri untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau setelah memegang sesuatu yang dianggap kurang bersih. konsumsi makanan yang berimbang dan bergizi. Pola makanan yang memiliki asupan gizi yang baik secara kualitas dan kuantitas dengan komposisi yang berimbang (memiliki cukup karbohidrat, vitamin, lemak, protein, mineral, dan air ditambah susu) akan meningkatkan daya tahan tubuh. Jika tubuh mengalami kekurangan gizi, maka tubuh akan mengambil persediaan gizi pada bagian tubuh yang lain, yang tentunya gizi ini masih dibutuhkan oleh bagian tubuh yang lain tersebut. Tidak seimbangnya antara suplai dan gizi yang dibutuhkan akan membuat kondisi tubuh dan daya tahan tubuhnya menurun atau melemah. Kondisi ini menjadi sangat rawan akan terserang oleh berbagai macam penyakit, termasuk virus flu babi ini. Selain itu, konsumsi berbagai macam pendukung tubuh seperti suplemen dan cairan elektrolit guna lebih meningkatkan daya tahan tubuh.

h1

“I have four kinds of days…”

February 22, 2009
Imaam Ibraheem an-Nakhaa’ee said: “I have four kinds of days:

1.A day when I go out and meet someone more knowledgeable than me, so I learn from him, and that is the day of my benefit and profit.

2. A day when I go out and meet someone less knowledgeable than me, so I teach him, and that the day of my reward.

3. A day when I go out and meet someone like me and I study and review with him, and that is the day of my lesson.

4. A day when I go out and meet someone below my level but he sees himself as being above my level, so I don’t talk to him, and I make that the day for my rest.” (Jaami’u Bayaan Al-’Ilm 878)

Perth, June 2008
h1

Kisah Alergi Hidup

February 9, 2009

Semoga pagi ini membuat kita lebih baik dari pagi kemarin….. dan terus bertambah semangat

Kisah Alergi Hidup

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “Guru, saya sudah
bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha
saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati”.

Sang Guru tersenyum : “Oh, kamu sakit”.

“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan
kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati”.

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru
meneruskan : “Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama “Alergi Hidup”. Ya,
kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang
alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan
hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan
terus. Sungai kehidupan ini mengalir
terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di
tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita
mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama
kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam
berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun
tidak selalu
langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari
sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian
kita gagal, kecewa dan menderita”.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad
ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku”, kata sang Guru.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak
ingin hidup lebih lama lagi”, pria itu menolak tawaran sang Guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?”, tanya
Guru.

“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, jawab pria itu lagi.

“Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat
ini… Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh
sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam
kau akan mati dengan tenang”.

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang
ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun,
Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah
menawarkan racun.

Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya
dengan senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun
yang disebut “obat” oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan
ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks,
begitu santai ! Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia
akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di
restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa
tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan
kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat
harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang,
aku mencintaimu” . Sekali lagi, karena malam itu adalah malam
terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat
ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk
melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia
menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk
dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi
untuk
istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan
kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan
berkata : “Sayang, apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin
aku salah. Maafkan aku sayang”.

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.
Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?” Dan sikap
mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang
itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-
tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan
lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang
berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya
di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman
kepadanya sambil berkata : “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau
selama ini aku selalu merepotkan kamu”. Anak-anak pun tidak ingin
ketinggalan : “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu
tertekan karena perilaku
kami”.

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup
menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.
Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore
sebelumnya ?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang
Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : “Buang
saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup
dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat
menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik
kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah
lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau
tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah
rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju
ketenangan”.

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu
pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon,
ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.

Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !

h1

Pesta buku paling seru diawal tahun.

January 24, 2009
Pesta Buku

Pesta Buku